Pelaksanaan BK di Tingkat PAUD/RA/TK

17427751-Children-over-white-background-with-colors-cloud-vector-illustration-Stock-Vector

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan/sekolah bukanlah hal yang baru. Dan bimbingan yang dilakukan biasanya untuk membantu peserta didik dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi baik masalah belajar ataupun masalah yang dihadapi dalam perkembangan anak didik. Selain itu juga untuk memfasilitasi perkembangan potensi anak dan mencapai tugas-tugas perkembangan anak. Bimbingan dan konseling juga bisa membantu orang tua dalam menyikapi prilaku anak-anak mereka di rumah.

Bimbingan dan Konseling di lingkungan pendidikan/sekolah ini perlu diperhatikan sejak tingkat pertama pada jenjang pendidikan dan sedini mungkin. Tingkat pendidikan pertama sekarang ini dikenal dengan sebutan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)/TK (Taman Kanak-kanak)/RA (Raudhatul Athfal). Implementasi layanan Bimbingan dan Konseling ini menjadi sangat penting mengingat rentang anak didik PAUD/TK/RA merupakan tahapan perkembangan anak yang dikenal dengan sebutan golden age, yang memudahkan kita untuk membantu serta mengarahkan agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin dalam melaksanakan tugas perkembangannya. Hal tersebut jelas menjadi tujuan utama pentingnya peranan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.

Pada tingkat PAUD/TK/RA bimbingan dan konseling hanya sebatas membantu dan mengarahkan proses tumbuh kembang anak agar lebih terarah dan terpadu. Dimana orientasi pokok dari pendidikan anak usia dini adalah melatih kemampuan adaptasi belajar anak sejak awal, meningkatkan kemampuan komunikasi verbal, mengenalkan anak pada lingkungan dunia sekitar, seperti orang, benda, tumbuhan, dan hewan, memberikan dasar-dasar pembelajaran berikutnya, seperti mengingat, membaca, menulis dan berhitung sederhana. Dan lima aspek perkembangan yang terdapat dalam Permendiknas No. 58 Tahun 2009 (orientasi khusus).

Berdasarkan hal tersebut maka bimbingan dan konselor bukan hanya untuk anak tapi juga untuk orang tua. Perlu adanya kerjasama yang terpadu antara orang tua dan konselor dalam hal ini guru agar apa yang menjadi tujuan dapat tercapai secara optimal.

  1. Rumusan Masalah

Bagaimana pelaksanaan BK di PAUD/TK/RA, seperti perencanaan, pengelolaan, pelayanan, teknik pengumpulan data dan juga penilaian BK di PAUD/TK/RA ?

  1. Tujuan

Untuk mengetahui pelaksanaan BK di PAUD/TK?RA, seperti perencanaan, pengelolaan, pelayanan, teknik pengumpulan data dan juga penilaian BK di PAUD/TK/RA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
KONSEP IDEAL PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI PAUD/TK/RA

  1. Peran Bimbingan dan Konseling Pada Satuan Jalur Pendidikan Formal

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah “guidance” dan “counseling” dalam bahasa Inggris. Secara harfiah istilah “guidance” berasal dari akar kata “guide” yang berarti : (1) mengarahkan (to direct), (2) memandu (to pilot), (3) mengelola (to manage), dan (4) menyetir (to steer) sedangkan ”counseling” menurut Shertzer dan Stone (1980) disimpulkan “Counseling is an interaction process which facilitates meaningful understanding of self and environment and result in the establishment and/or clarification of goals and values of future behavior” (Syamsu Yusuf, 2006).

Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa bimbingan dan konseling di sekolah adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung,  berdasarkan norma-norma yang berlaku. Definisi tersebut dipertegas dalam Panduan Pengembangan Diri (2006) yang menyebutkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan bimbingan dan konseling  memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan bimbingan dan konseling ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

Dasar pemikiran penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling dalam satuan jalur pendidikan formal bukan semata-mata terletak adanya hukum (perundang-undangan) yang berlaku, tetapi yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya yang mencakup aspek fisik, emosi, sosial, intelektual, dan moral spiritual. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses berkembang yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut individu memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling karena mereka masih kurang memiliki pemahaman dan wawasan tentang diri dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat keniscayaan bahwa proses perkembangan tidak selalu berjalan mulus dan bebas dari masalah.  Bimbingan dan konseling dalam satuan jalur pendidikan formal penting, mengingat bahwa perkembangan peserta didik pada masing-masing jenjang pendidikan akan berpengaruh pada perkembangan selanjutnya, misalnya perkembangan di PAUD/TK akan berpengaruh pada perkembangan selanjutnya, dimana perkembangan di SD/MI-SMP/MTs-SMA/MA/SMK, dan PT sangat ditentukan oleh bagaimana keberhasilan anak melampaui masa sekolahnya di PAUD/TK. Perkembangan di SD/MI dipengaruhi oleh perkembangan di /PAUDTK dan mempengaruhi perkembangan di SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan PT, dan seterusnya.

Karakteristik Perkembangan Peserta Didik Pada  Satuan Jalur Pendidikan Formal tidak terlepas dari kematangan psiko-fisik, sosio-kultural dan educational yang menjadi tuntutan untuk dipenuhi pada setiap tahap perkembangan individu. Tuntutan tersebut hendaknya dipenuhi seoptimal mungkin. Pencapaiannya secara optimal akan merupakan dasar yang kuat untuk kesuksesan perkembangan individu pada tahap berikutnya. Hambatan atau kekurangan dalam pencapaian tuntutan tersebut akan menimbulkan gangguan dan hambatan pada tahap berikutnya.

Kegiatan bimbingan dan konseling diarahkan kepada hal-hal pokok yang menyangkut perkembangan individu serta kehidupan mereka sehari-hari, termasuk di dalamnya permasalahan yang mungkin mereka alami. Fokus utama bimbingan dan konseling adalah terpenuhinya tugas perkembangan peserta didik.

Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak (PAUD/TK) pada hakekatnya merupakan wadah bagi perkembangan seluruh aspek kepribadian anak usia 0-6 tahun. Tujuan pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri di lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Agar hal tersebut dapat tercapai secara optimal diperlukan upaya pelayanan bimbingan dan konseling yang memadai. Usia anak PAUD/TK adalah usia individu yang sedang menjalani suatu proses pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat dan sangat fundamental bagi proses selanjutnya. Usia pra sekolah merupakan fase kehidupan manusia yang mempunyai keunikan dan dunia sendiri. Anak usia ini berbeda dari orang dewasa tidak secara fisik saja, melainkan secara menyeluruh. Bermain adalah dunianya, bermain merupakan gejala yang melekat langsung pada kodratnya anak. Apabila anak enggan bermain, kemungkinan anak mengalami hambatan, seperti sakit, kelainan atau hambatan lainnya. Bermain merupakan gejala alami pada anak dan dapat kita amati di lingkungan dan budaya manapun anak berada.

Peserta didik usia PAUD/TK menunjukkan kepekaan-kepekaan tertentu, yang bila dirangsang dan dibina pada saatnya niscaya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan anak usia PAUD/TK adalah sebagai berikut :

  1. Perkembangan Anak Usia 3 – 5 tahun

Anak usia 3-5 tahun sangat aktif dan energik. Kebanyakan waktunya dihabiskan untuk bermain, misalnya berlari, melompat dan memanjat. Anak juga suka bermain peran, misalnya menjadi dokter-dokteran, ibu sedang memasak, berjualan dan sebagainya. Pada usia ini ide-ide anak juga mulai berkembang, mulai bisa berteman, dapat memahami pendapat teman dan ada keinginan bergabung dengan kelompok lain.

  1. Perkembangan Anak Usia 5 – 6 tahun

Anak usia 5-6 tahun adalah anak yang periang dan imajinatif. Mereka tiada hentinya bergerak dan berbuat sesuatu menggunakan gerakan tubuhnya secara kreatif, terutama dalam menggunakan kedua belah tangannya.

  1. Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di PAUD/TK/RA
  2. Perencanaan

Dalam melakukan bimbingan dan konseling pada anak usia dini diperlukan perencanaan yang matang. Dimana harus memahami karakteristik dari anak usia dini terlebih dahulu. Yang mana anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki ke khasan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Lalu ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaa bimbingan konseling di PAUD antara lain:

  1. Sistematis, yang mana maksud dari sistematis adalah terstruktur seperti dalam penyusunan Rencana Kegiatan Harian, Rencana Kegiatan Mingguan, Rencana Kegiatan Semester, dan Rencana Kegiatan Tahunan yang mana didalamnya tersisip kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan baik kepada anak, dan juga orang tua.
  2. Terarah, adapun terarah yang diinginkan dalam bimbingan dan konseling disini adalah kesesuaian antara kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan tujuan yang diinginkan baik oleh orang tua, guru, dan juga tujuan pendidikan nasional.
  3. Terpadu, disini keterpaduan dilakukan antara semua aspek perkembangan dan kegiatan main yang dilakukan oleh anak usia dini. Yang mana kegiatan bimbingan dan konseling bisa berjalan bergandengan dan terpadu dengan kegiatan yang telah direncanakan.

Dari ketiga hal tersebut maka dapat dilakukan langkah selanjutnya yaitu:

  1. Pengumpumpulan data
  2. Penyusunan program
  3. Koordinasi
  4. Penyediaan fasilitas

Dalam mengkoordinir semua pelaksanaan BK di PAUD seorang pemimpin (kepala sekolah/pengelola) harus dapat menjiwai jiwa kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan efektif dalam profesi PAUD adalah kira-kira bekerja menuju terciptanya sebuah komunitas dan memberi layanan jasa yang tinggi. Hal yang harus mampu dilakukan pemimpin di PAUD antara lain:

  1. Mempengaruhi perilaku orang-orang lain, khususnya staf dan para orangtua, berkontribusi pada program PAUD yang kreatif;
  2. Mengelola program secara efisien;
  3. Mengawasi staff dan memandu para orangtua dalam cara-cara yang akan memajukan pertumbuhan pribadi mereka dan kemajuan serta pengembangan profesional; dan
  4. Berencana demi perubahan dan mengimplementasi perkembangan guna membenahi keefektifan organisasi dan keefektifan profesional.

Faktor-faktor ini penting dalam menciptakan dan membentuk lingkup kerja untuk anak-anak, para orangtua, dan staf dimana pemimpin menetapkan nada dan iklim psikologis yang merupakan tanda dari sebuah program kualitas. Keunikkan dari tiap-tiap penetapan PAUD membuatnya sulit untuk secara spesifik mendefinisikan kepemimpinan secara luas dan secara ekslusif.

Program BK di anak usia dini terdiri dari:

  1. Parenting
  2. Konseling
  3. Field trip/karyawisata
  4. Penempatan kegiatan ekstra kurikuler
  5. Leaflet

Adapun ruang lingkup bimbingan untuk Anak Usia Dini diantaranya:

  1. Bimbingan Pribadi dan Sosial, Bimbingan ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi sosial anak dalam mewujudkan pribadi yang mampu menyesuaikan diri dan bersosialisasi dengan lingkungan secara baik. Bimbingan ini dapat membantu anak dalam memecahkan masalah-masalah pribadi sosial.
  2. Bimbingan Belajar merupakan bimbingan yang diarahkan untuk membantu para anak dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah serta mencapai tujuan dan tugas pengembangan pendidikan melalui kegiatan bermain sambil belajar yang mencakup pengembangan kemampuan dasar dan pembentukan perilaku.
  3. Bimbingan karir, bimbingan yang membantu anak dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir, seperti pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi secara sederhana.
  1. Pengelolaan

Pengelolaan didalam pelaksanaan BK di PAUD maksudnya adalah bagaimana cara mengelola semua aspek yang ada didalam pendidikan anak usia dini dengan tepat, baik dan sesuai dengan karakteristik anak yang khas. Baik itu dari manajemennya didalam structural  maupun dengan luar pihak sekolah khususnya orangtua dan instansi terkait.

Pengelolaan yang dimaksud disini juga termasuk pada pengawasan dalam bimbingan dan konseling di PAUD yang dimaksudkan sebagai suatu tindakan preventif/pencegahan. Adapun kasus yang memerlukan penanganan khusus maka guru BK yang sekaligus guru kelas yang merasa tidak mampu menyelesaikannya atau memberipertolongan sebaiknya merekomendasikan anak tersebut dibawa ke psikiater yang lebih kompeten di luar lembaga PAUD (Suyadi, 2009:171).

Jenis pengawasan juga berarti guru dan jajaran sekolah bersama-sama memantau, menilai, memperbaiki, meningkatkan dan juga mengembangkan system pelayanan di sekolah dalam segala aspek yang sesuai dengan   karakter anak usia dini yang unik dan khas dan menjaga stabilitas pertumbuhan anak. Yang mana secara teoritis terdapat lima aspek pertumbuhan anak, yaitu aspek fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosio-emosional, moral-spiritual (Suyadi, 2009:174).

Sarana dan prasarana dalam penunjang kegiatan bermain di PAUD bukan hanya untuk meningkatkan aspek perkembangan  yang ada pada anak usia dini, tapi juga diharapkan bisa digunakan secara baik dan tepat. Sehingga pengelolaan sarana dan prasarana sangat diperlukan bagi pendidikan anak usia dini, ini sesuai dengan dunia anak yaitu bermain yang membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

Kerjasama diperlukan dalam pengelolaan bimbingan konseling di PAUD. Kerjasama antara semua pihak diharapkan, baik dari kepala sekolah, guru, dan juga pihak orang tua anak. Agar apa yang diinginkan dsn direncanakan dapat dicapai secara maksimal.

  1. Pelayanan

Agar pelayanan BK di PAUD tercapai, ada beberapa jenis pelayanan yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Layanan pengumpulan data; merupakan kegiatan mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya. Yang dapat dilakukan dengan berbagai macam instrument, baik tes maupun no-tes. Dengan tujuan memahami peserta didik dengan karakteristiknya dan karakteristik lingkungannya. Dan pengumpulan data bertujuan untuk perkembangan peserta didik, bersifat berkelanjutan, sistimatik, komprehensif, terpadu dan bersifat tertutup. Adapun jenis data ada dua yaitu:
  • Data pribadi, meliputi: Latar belakang keluarga dan sosial; Kesehatan dan perkembangannya; Kemampuan dasar; Kemampuan khusus; Kepribadian; Prestasi belajar; kegiaatan diluar rumah; Rencana masa depan.
  • Data lingkungan, maksud dari data lingkungan disini adalah lingkungan yang ada pada anak itu, baik adat istiadat/kebudayaan (culture), yang mana tiap tempat memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Sedangkan untuk sumber data dapat diambil dari siswa, orangtua, guru, kepala sekolah, teman, tetangga dan lainnya.
  1. Layanan informasi; merupakan layanan memungkinkan yang diberikan baik pada peserta didik dan orang tua agar dapat menerima dan memahami berbagai informasi. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik dan orang tua agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, social, belajar, bermain berdasarkan informasi yang diperoleh memadai. Layanan ini berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Adapun jenis-jenis layanan informasi adalah: informasi pendidikan, sosial, media pendidikan, kesehatan, keagamaan, hukum. Sedangkan untuk teknik yang digunakan dalam layanan informasi adalah: papan bimbingan, brosur, lesflet, poster, ceramah, peninjauan, kliping koran, wawancara, mendatangkan ahli dan lain-lain.
  2. Layanan konseling; dimana layanan ini bisa bersifat pribadi maupun kelompok. Dimana layanan konseling pribadi bersifat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan pengembangan diri, serta bertujuan untuk pengentasan dan advokasi. Sedangkan layanan konseling kelompok bersifat pemahaman dan pengembangan yang bersifat social dalam mengambil keputusan/penyelesaian, dan untuk pengembangan dan pemahaman. Tujuan konseling yang dilakukan adalah memberi bantuan yang intensif dalam membina kemampuan, bakat, minat anak, memecahkan kesulitan dan kelainan khusus yang dihadapi konseling. Sasaran konselingnya adalah orangtua atau anggota keluarga, dan anak-anak yang mengalami kesulitan. Dengan prinsip untuk menciptakan hubungan harmonis dengan anak, adanya toleransi serta menciptakan situasi aman dan menyenangkan.
  3. Layanan penempatan; yaitu layanan yang membantu peserta didik dan orang tua dalam memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat baik didalam kelas (sekolah) maupun di rumah, baik kelompok belajar/bermain, atau kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan minat bakat anak dan karakteritik anak tersebut. Tujuannya adalah: menempatkan anak didik dalam keluarga/kelompok yang sesuai dengan bakat dan minat anak. Melalui saran-saran yang diberikan konselor kepada orang tua contohnya anak akan meneruskan ke SD yang mana, seperti SD biasa, SD khusus atau SD luar biasa.
  4. Layanan tindak lanjut; layanan ini diberikan pada anak didik berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru. Dan layanan tindak lanjut ini disesuaikan dengan permasalahan atau anak yang tidak mengalami masalah. Bila anak mengalami masalah maka sebaiknya direkomendasikan kepada pisikiater untuk penanganan selanjutnya. Sedangkan anak yang tidak mengalami permasalahan bisa meneruskan bimbingan dan konselingnya secara kontinyu, terus-menerus dan berkelanjutan. Tindak lanjut sangat penting untuk memperbaharui dan menilai profesionalisme konselor.
  1. Teknik pengumpulan data

Data adalah segala keterangan atau informasi mengenai hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian haruslah relevan dengan apa yang menjadi obyek penelitian. Agar diperoleh data yang benar-benar relevan tersebut, perlu ada metode yang tepat untuk mengungkapnya. Adapun teknik mencari data ada dua cara yaitu: dengan tes dan non tes.

  1. Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan psikologis seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diukur. Adapun macam tes yang dilakukan adalah
  • Tes bakat, tes ini digunakan untuk mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mata pelajaran tertentu, program pendidikan vokasional tertentu, atau bidang karier tertentu. Tes ini lingkupnya lebih terbatas dari kemampuan intelektual.
  • Tes minat, tes ini digunakan untuk mengukur kegiatan-kegiatan apa yang paling diminati siswa. Selain itu, juga untuk membantu siswa dalam memilih jenis karier yang sesuai dengan karakteristik kepribadiannya.
  • Tes kepribadian, tes ini digunakan dalam himpunan data untuk mengukur ciri-ciri kepribadian tertentu pada siswa seperti karakter, temperamen, corak kehidupan emosinal, kesehatan mental, relasi sosial dengan orang lain dan bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Termasuk dalam tes ini adalah tes-tes proyektif yaitu tes untuk mengukur sifat-sifat kepribadian seseorang melalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah, gambaran, atau suatu kata.  Tes ini diadministasikan oleh psikolog. Angket kepribadian untuk mengukur ciri kepribadian seseorang (siswa) melalui analisis-analisis jawaban tertulis atau sejumlah pertanyaan untuk menentukan suatu pola sikap, motivasi, dan reaksi emosional yang khas pada seseorang
  • Tes kecerdasan/intelegensi (IQ). Intelegent quotient atau IQ ialah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Definisi asli dari IQ adalah mengukur kecerdasan dari anak-anak ketika: IQ adalah sebuah rasio dari umur secara mental dibagi umur secara fisik dan dikalikan dengan angka 100. Umur secara mental dihitung berdasarkan dasar dari rata-rata hasil di dalam sebuah tes yang dibagi dalam setiap kategori umum.
  1. Non tes

Yang termasuk alat dalam nontes adalah

  • Wawancara

Untuk pendidikan anak usia dini wawancara biasa dilakukan pada anak dan juga orang tua. Cara melakukan wawancara dengan anak disesuaikan dengan bahasa anak yang mudah dipahami, dan biasanya dilakukan sambil anak bemain di lingkungan sekolah (ruangan), sedangkan untuk orang tua anak, wawancara yang dilakukan harus detail dari kebiasaan anak dirumah dan lingkungan rumah, karakter orang-orang disekitarnya dan sebagainya. Diharapkan wawancara yang dilakukan pada orang tua dan anak lebih mendetail sehingga data yang ingin diketahui tentang anak tersebut dapat diperoleh secara maksimal sebagai penunjang dalam melakukan tindakan selanjutnya.

  • Observasi

Metode observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mengamati dan memperhatikan obyek penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung yang berpedoman pada pedoman observasi, serta mangadakan pencatatan tentang hasil pengamatan tersebut secara sistematis. Bogdan dan Moleong menyebut sebagai pengamatan berperan serta, yakni peneltian yang bercirikan interaksi social antara peneliti dengan subjek, membuhkan waktu yang cukup lama dalam lingkungan subjek dan selama pengamatan itu data dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis.

  • Angket

Angket memuat sejumlah item pertanyaan yang harus dijawab oleh responden (siswa). Pengumpulan data melalui angket, komunikasi antara pembimbing dengan anak dilakukan secara tertulis, sehingga anak pun menjawab secara tertulis pula. Dengan perkataan lain, data yang akan dikumpulkan dijabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis. Angket ada yang bersifat langsung dan tidak langsung. Untuk anak usia dini angket biasanya diberikan pada wali murid atau orang tua anak, ini dikarenakan anak usia dini belum bisa menulis dan membaca serta memahani pertanyaan yang diberikan secara tertulis.

  • Catatan anekdot merupakan laporan singkat tentang berbagai kejadian atau perilaku tentang anak dan membuat deskrifsi objektif tentang perilaku anak pada saat tertentu. Atau merupakan suatu bentuk catatan peristiwa yang dianggap penting dalam suatu situasi tentang anak baik bersifat individual maupun kelompok. Peristiwa tersebut merupakan data bagi anak yang bersangkutan dan sangat diperlukan untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada mereka. Peristiwa-peristiwa itu dapat terjadi secara insedintil tanpa dapat diramalkan terlebih dahulu.
  • Sosiometri adalah suatu metode pengumpulan serta analisis data mengenai pilihan komunikasi dan pola interaksi antar individu dan kelompok. Dapat dikatakan bahwa sosiometri adalah kajian dan pengukuran pilhan sosial, sosiometri disebut juga sebagai sarana untuk mengkaji “tarikan” (traction) dan “tolakan” (repulsion) anggota-anggota suatu kelompok. Dalam hal ini melihat kedudukan anak dalam hubungan sosial, apakah dari intensitas anak bergaul dan juga populeritas anak dalam lingkungan sekitarnya yang perlu diamati/diketahui.
  • Pemeriksaan kesehatan.
  • Home visit (kunjungan rumah). Layanan Home visit : merupakan salah satu layanan pendukung dari kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan guru pembimbing atau wali kelas dengan mengunjungi orang tua/tempat tinggal siswa. Kegiatan dalam kunjungan rumah dapat berbentuk pengamatan dan wawancara, terutama tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar, dan hubungan antaranggota keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan siswa. Masalah siswa yang dibahas dapat berupa bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan bidang bimbingan karier.
  • Case comference (konprensi kasus)

Studi kasus merupakan suatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas, dan dimana multisumber dimanfaatkan. (Yin, 2008:18). Metode ini merupakan integrasi dari data yang diperoleh dengan metode-metode lain. Dengan metode studi kasus ini konselor bisa mendapatkan tinjauan yang mendalam. Studi kasus akan mempermudah konselor sekolah untuk membantu memahami kondisi siswa seobyektif mungkin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
ANALISIS HASIL OBSERVASI

  1. Kondisi Objektif RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  2. Latar Belakang Berdirinya RA Al-Ihsan Cibiru Hilir

TK Al-Quran berdiri pada tahun 1998 oleh Ibu Yuyun Humairah M,Ag dan Ibu Rida. Pada awalnya beliau tidak sengaja untuk mendirikan TK Al-Quran ini, dikarenakan ada bangunan pesantren yang hanya di pakai pada sore hari saja, kemudian terpikirkan dalam benak Ibu Yuyun untuk mendirikan sebuah sekolah yang di beri nama  TK Al-Quran di bawah koordinasi BKPRMI (Badan Koordinasi Pelaksana Remaja Mesjid Indonesia). Berawal dari jumlah peserta didik yang hanya berjumlah sepuluh orang, karena respon positif dari masyarakat  dalam proses  pengajaran yang dilakukan mulai dari pukul 08.00-10.00 WIB.

Kemudian pada tahun 2009 TK Al-Quran mengajukan ke Kementerian Agama untuk merubah TK Al-Quran  ini menjadi RA Al-Ihsan. Dalam proses pengajuannya disetujui dalam waktu yang cukup singkat yaitu satu tahun. Sudah mendapatkan izin operasi, kemudian berubah menjadi RA Al-Ihsan sehingga secara tidak langsung pembelajaran Al-Qurannya lebih banyak serta muatan kurikulumnya juga bertambah.

 

  1. Visi, Misi dan Tujuan RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  2. Visi

Dengan guru professional berdedikasi RA Al-Ihsan menjadi lembaga unggulan yang membantu menyiapkan sisiwa berkarakter positif.

  1. Misi
  • Meningkatkan profesionalisme dan integritas kepribadian guru.
  • Melengkapi sarana belajar yang kondusif bagi tumbuh kembangnya anak didik.
  • Menjalankan strategi pembelajaran kontekstual yang mendorong kreativitas dan moralitas anak didik.
  1. Tujuan

Menyiapkan sumber daya manusia potensial berakhlak mulia sejak dini.

  1. Profil RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  2. Data Umum RA
  • Nomor Statistik RA : 101232040512
  • NPSN : 69734683
  • Nama RA : RA Al-Ihsan
  • Waktu Belajar : Pagi
  • NPWP : 00-707-893-4-444-000
  1. Alamat RA
  • Jalan/Kampung & RT/RW : Cibiru Hilir
  • Propinsi : Jawa Barat
  • Kabupaten/Kota : Bandung
  • Kecamatan : Cileunyi
  • Desa/Kelurahan : Cibiru Hilir
  • Nomor Telepon : 022-7830444
  • Kode Pos : 40626
  • Titik Koordinat : -6.937642 (Latitude/Lintang);    722434 (Longitude/Bujur)
  • Kategori Geografis Wilayah : Dataran Rendah
  1. Website dan Email RA
  1. Dokumen Perijinan & Akreditasi RA
  • SK Pendirian : 32-04/PAUD/509/2010
  • Tanggal SK Pendirian : 23 Juni 2010
  • SK Ijin Operasional : Kd.10.4/04/PP.00.4/349/2010
  • Status Akreditasi : Tidak Terakreditasi
  1. Penyelenggara RA
  • Penyelenggara RA : Yayasan
  • Organisasi Afiliasi : Nahdlatul Ulama
  1. Data Kepala RA
  • Nama Lengkap : Hj. Rida Nurfarida, M. Ag.
  • Status Kepegawaian : Non-PNS
  • Pendidikan Terakhir : S2
  • Hp : 081395198972
  1. Data Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) RA
  • Nama Bendahara BOP : Yuli Setiowati, Amd
  • Nomor Rekening RA : 1.30001E+12
  • Atas Nama : Yuli Setiowati
  • Nama Bank : Bank Mandiri
  • Cabang Bank : Bandung Soekarno Hatta
  1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
    1. Jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
No Uraian PNS Non PNS
Lk. Pr. Lk. Pr.
1 Jumlah Pendidik Total (termasuk Kepala)     1 7
2 Jumlah Pendidik Sudah Sertifikasi     1 4
3 Jumlah Tenaga Kependidikan     1

 

  1. Data Guru RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
No Uraian
1 Nama Hj. Rida Nurfarida, M. Ag
Kelahiran Bandung, 27/12/1972
Agama Islam
NUPTK 8559-7506-5221-0083
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 21/07/1998
Tingkat Pendidikan S2
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Kepala Sekolah
2 Nama Ani Rohaeni, SE
Kelahiran Ciamis, 27/05/1981
Agama Islam
NUPTK
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 01/11/2011
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru
3 Nama Heni Heryeni, S. Ag
Kelahiran Sumedang, 16/06/1969
Agama Islam
NUPTK 4948-7476-4921-0142
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 21/07/1998
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru
4 Nama Imun Muyassaroh, S. Ag
Kelahiran Bandung, 11/02/1975
Agama Islam
NUPTK 6543-7536-5421-0052
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 21/07/1998
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru dan Bidang Kurikulum/Kesiswaan
5 Nama Nurul Kamilah, S.Pd.I
Kelahiran Bandung, 23/04/1987
Agama Islam
NUPTK 9755-7656-6721-0032
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 21/07/2006
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru
6 Nama A.    Saepul Millah, SH
Kelahiran Bandung, 16/05/1981
Agama Islam
NUPTK 3848-7596-6112-0000
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 01/07/2008
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru
7 Nama Ela Holilah
Kelahiran Bandung,31/03/1978
Agama Islam
NUPTK
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 21/07/1999
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru
8 Nama Sri Haryani
Kelahiran Cilacap, 05/01/1978
Agama Islam
NUPTK
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 07/07/2013
Tingkat Pendidikan S1
Mata Pelajaran Utama Guru Kelas
Jabatan Guru
2 Nama Yuli Setiowati, Amd
Kelahiran Bandung, 15/07/1982
Agama Islam
NUPTK
Status Kepegawaian Non PNS
TMT 01/11/2011
Tingkat Pendidikan D3
Mata Pelajaran Utama
Jabatan Bendahara dan TU
  1. Jenis Kegiatan RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  2. Harian/Mingguan

Kegiatan belajar mengajar dari pukul 07.30-11.00 dengan jadwal sebagai berikut:

JADWAL PELAJARAN RA AL-IHSAN TP 2016/2017

Semester 1

No Hari Jam Area ASK dan PAI Area Bahasa Area Kognitif Area Fisik
1 Senin 07.30-07.50 Baca IQRA
07.55-08.05 Baris
08.10-08.40 Kel. A Kel. B Kel. C Kel. D
08.45-09.15 Kel. B Kel. A Kel. D Kel. C
09.20-09.50 Istirahat
09.55-10.25 Kel. C Kel. D Kel. A Kel. B
10.30-11.00 Kel. D Kel. C Kel. B Kel. A
2 Selasa 07.30-07.50 Baca IQRA
07.55-08.05 Baris
08.10-08.40 Kel. A Kel. B Kel. C Kel. D
08.45-09.15 Kel. B Kel. A Kel. D Kel. C
09.20-09.50 Istirahat
09.55-10.25 Kel. C Kel. D Kel. A Kel. B
10.30-11.00 Kel. D Kel. C Kel. B Kel. A
3 Rabu 07.30-07.50 Baca IQRA
07.55-08.05 Baris
08.10-08.40 Kel. A Kel. B Kel. C Kel. D
08.45-09.15 Kel. B Kel. A Kel. D Kel. C
09.20-09.50 Istirahat
09.55-10.25 Kel. C Kel. D Kel. A Kel. B
10.30-11.00 Kel. D Kel. C Kel. B Kel. A
4 Kamis 07.30-07.50 Baca IQRA
07.55-08.05 Baris
08.10-08.40 Kel. A Kel. B Kel. C Kel. D
08.45-09.15 Kel. B Kel. A Kel. D Kel. C
09.20-09.50 Istirahat
09.55-10.25 Kel. C Kel. D Kel. A Kel. B
10.30-11.00 Kel. D Kel. C Kel. B Kel. A
5 Jumat 07.30-07.50 Baca IQRA
07.55-08.05 Baris
08.10-08.45 Kel. A Kel. B Kel. C Kel. D
08.50-09.20 Kel. B Kel. A Kel. D Kel. C
09.25-09.55 Istirahat
10.00-10.30 Kel. C Kel. D Kel. A Kel. B

Keterangan:

Guru:

  • Area ASK dan PAI (IMTAQ): Hj. Heni Heryeni, S. Ag dan Ela Kholillah, S. Pd. I
  • Area Bahasa: Imun Muyasaroh, S. Ag dan A. Saeful Millah, SH
  • Area Kognitif: Hj. Rida Nurfarida, M. Ag dan Ani Rohaeni, SE
  • Area Fisik: Sri Heryani dan Nurul Kamilah, S.Pd.I

Seragam:

  • Senin dan Selasa : Baju kotak merah
  • Rabu : Baju olahraga
  • Kamis dan Jumat : Baju batik hijau
  1. Bulanan

Evaluasi KBM pada hari jumat

  1. Semesteran
  • Semester Ganjil : Kegiatan manasik haji dilaksanakan rata-rata pada bulan Oktober-November dengan jadwal PC IGRA Cileunyi.
  • Semester Genap : Kegiatan AKSERA (Ajang Kreativitas Seni dan Olahraga siswa RA) dilaksanakan rata-rata pada bulan April-Mei mengikuti jadwal PC IGRA Cileunyi.
  1. Triwulan

Mengadakan kunjungan/kegiatan Out Class dengan tempat tujuan disesuaikan dengan tema pelajaran pada triwulan pertama disemester ganjil atau genap, seperti:

  • Tema pekerjaan mengadakan kegiatan Out Class ke Damkar
  • Tema tanaman/hewan mengadakan Out Class ke Cantigi Camp
  • Tema rekreasi mengadakan kegiatan Out Class ke kolam renang di Rancaekek.
  1. Tahunan
  • Mengadakan Open House dengan kreasi seni siswa/i per 2 tahun.
  • Mengadakan Rihlah ke suatu tempat sesuai kesepakatan per 2 tahun.
  1. Kebijakan RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  2. Tata Tertib
  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Sebelum membuang sampah, kami memilih sampah sesuai jenisnya
  • Menjaga tangan dan kaki kami dari mengotori dinding
  • Menjaga tangan dan kaki kami dari mengotori papan tulis
  • Menjaga tangan dan kaki kami dari merusak tanaman
  • Menjaga tangan dan kaki kami dari merusak barang-barang milik sekolah atau milik siapapun di dalam maupun di luar kelas
  • Saling melindungi dan menyayangi sesama
  • Menyayangi hewan yang dimuliakan syara
  • Menjaga lidah dan mulut kami dari berkata yang tidak-tidak
  • Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
  • Apabila melanggar tata tertib ini, kami rela mendapatkan teguran atau sangsi dari guru sebagai bukti bakti kami.
  1. Kebijakan RA-Al-Ihsan Bidang Administrasi
  • Bagi yang pernah belajar kemudian berhenti maksimal selama 2 tahun , dikenakan biaya pendaftaran ulang dan biaya perlengkapan lain yang diperlukan
  • Bagi siswa yang sudah mendaftar kemudian mengundurkan diri dan belum pernah mengikuti kegiatan belajar, hanya dikenakan biaya pendaftaran
  • Bagi siswa yang sudah mendaftar dan belajar minimal 2 bulan, kemudian mengundurkan diri maka kewajibannya adalah membayar DPP penuh dan mengganti fasilitas yang sudah diberikan sesuai kesepakatan
  • Bagi siswa/i yang masuk pada pertengahan tahun pelajaran,dikenakan biaya secara penuh, kecuali jika pernah menjadi siswa/i Al-Ihsan sebelumnya
  • Bagi siswa/i yang mengulang (masuk dikelas yang sama) dikenakan biaya pendaftaran ulang dan biaya perlengkapan lainyang diperlukan sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan anggaran tahun pelajaran tersebut
  • Apabila siswa/i mempunyai saudara kandung di institusi ini maksimal berbeda satu tahun pelajran berhak mendapatkan keringanan sebesar 10% dari seluruh infak (siswa/i kakak beradik)
  • Infak bisa dibayar secara dicicil selama 3x dan berlaku sanksi edukatif bagi yang tidak sesuai dengan kesepakatan

Apabila infak dibayar sesuai tunai bebas SPP bulan pertama

  • Besaran SPP ditentukan kemudian
  1. Kebijakan RA Al-Ihsan Bidang Non-Administrasi
  • Setiap siswa, guru, tenaga TU dan admin, dan kepala sekolah wajib mengikuti setiap peraturan yang telah disepakati bersama
  • Setiap siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang sama dan adil sesuai dengan potensi masing-masing
  • Setiap penyelenggara kepala sekolah, tenaga TU dan admin, para guru berhak mendapatkan upah dengan besaran yang telah disepakati yang dibayarkan pada jumat terakhir setiap bulannya sekaligus evaluasi bulanan
  • Pihak penanggung jawab sekolah mengadakan evaluasi incidental apabila diperlukan
  1. Struktur Kepengurusan RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  1. Data Sarana dan Prasarana RA Al-Ihsan Cibiru Hilir
  2. Luas Tanah
No Kepemilikan Luas Tanah (m2) Menurut Status Sertifikat
Sudah Sertifikat Belum Sertifikat Total
1 Sewa/Pinjam 245    

 

  1. Penggunaan Tanah
No Kepemilikan Luas Tanah (m2) Menurut Status Sertifikat
Sudah Sertifikat Belum Sertifikat Total
1 Bangunan 240    

 

  1. Jumlah dan Kondisi Bangunan
No Kepemilikan Jumlah Ruang  Menurut Kondiri (Unit)
Baik Rusak Ringan Rusak Berat
1 Ruang Kelas 2 2
2 Ruang TU 1
3 Ruang/ Area Bermain 1
4 Toilet Siswa 1 1
5 Musholla 1

 

  1. Sarana Prasarana Pendukung Pembelajaran
No Kepemilikan Jumlah Sarpras Menurut Kondiri (Unit)
Baik Rusak
1 Kursi Siswa 40 15
2 Meja Siswa 20 2
3 Loker Siswa 3 1
4 Kursi Guru dalam Kelas 2 2
5 Meja Guru dalam Kelas 1 1
6 Papan Tulis 2 3
7 Lemari dalam Kelas 3 1
8 Alat Peraga PAI 1
9 Ayunan 1
10 Papan Peluncur 1
11 Alat Jungkat Jungkit 1
12 Papan Titian 1

 

  1. Sarana Prasarana Pendukung Lainnya
No Kepemilikan Jumlah Sarpras Menurut Kondiri (Unit)
Baik Rusak
1 Laptop 1
2 Komputer (Personal Computer) 1
3 Printer 1
4 Televisi 1
5 Mesin Photocopy 1
6 Mesin Scanner 1
7 Meja Pegawai 1
8 Kursi Pegawai 3
9 Lemari Arsip 1
10 Kotak Obat (P3K) 1
11 Brangkas 1
12 Pengeras Suara 1

 

  1. Sumber Listrik : PLN
  2. Sumber Air Bersih             : Air Tanah (Sumur)
  3. Jaringan Internet : Kurang Baik

BAB IV
PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Chodijah, Siti. 2016. Pengantar Bimbingan Konseling Pendidikan. Bandung: CV Mimbar Pustaka.

Gibson, Robert & Marianne H. Mitchell. 2011. Bimbingan dan Konseling Edisi Ke 7. Diterjemahkan oleh: Yudi Santoso. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Hidayat, Dede Rahmat dan Badrujaman Aip, 2012. Penelitian Tindakan dalam Bimbingan Konseling. Jakarta, PT. Indeks.

Suyadi, 2009. Bimbingan Konseling untuk PAUD. Jogjakarta, Diva Press.

Winkel, WS. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo Press.

http://akhmadsudrajat.wordpress.com. Diakses Senin 17 April 2017

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/08/jenis-layanan-bimbingan-dan-konseling. Diakses  Senin 17 April 2017

http://amirdapir.blogspot.com/2012/07/layanan-bk-karir-di-tksd.html…. Kamis 22 April 2017

http://bimbingandankonselingdotnet.wordpress.com. Diakses Senin 17 April 2017

http://eko13.wordpress.com/2008/06/13/sociogram/ Diakses Jumat 21 April 2017

http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net/artikel_detail36328.html#.Unekcdk_Kt8. Diakses Senin 17 April 2017

http://naniksariyani.blogspot.com/2012/04/studi-kasus-dalam-bk.html Diakses Jumat 21 April 2017o   http://dhettamiinyuw.blogspot.com/2012/05/layanan-home-visit-atau-kunjungan-rumah.html Diakses Jumat 21 April 2017

http://www.google.com/muthnainnah/Bimbingan-dan-Konseling. Diakses Senin 17 April 2017

http://www.te2n.com/evaluasi-program-dan-tindak-lanjut. Diakses Senin 17 April 2017.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s